CHAPTER 14Dylan masuk dengan langkah tenang, hampir tanpa suara. Seragam asistennya rapi sempurna, kemejanya disetrika tajam, dasinya lurus. Wajahnya datar, tanpa ekspresi yang bisa dibaca. Ia berhenti di samping guru, posturnya lurus, bahunya santai namun terkendali, seolah setiap inci dirinya sudah terbiasa berada di bawah sorotan.Tidak ada senyum. Tidak ada gerakan sia-sia.Beberapa siswi bereaksi tanpa sadar. Ada yang membenahi posisi duduk, menyilangkan kaki dengan lebih anggun. Ada yang menyelipkan rambut ke belakang telinga, memastikan tak satu helai pun keluar dari tempatnya. Beberapa lainnya saling bertukar pandang, menahan senyum kecil, jelas berharap keberadaan mereka diperhatikan.Dylan tidak menanggapi satu pun.“Biar saya perkenalkan,” kata guru itu. “Ini Dylan Seo.”Dylan melangkah setengah langkah ke depan. “Pagi,” katanya singkat. “Saya Dylan.” Hanya itu. Tanpa tambahan. Tanpa basa-basi. Dan kelas langsung terdiam.Keheningan itu bukan keheningan canggung yang kikuk
Last Updated : 2026-01-12 Read more