CHAPTER 27 Getaran ponsel memecah keheningan ruangan. Tanpa mengalihkan pandangan dari foto Summer yang memenuhi layar tabletnya, pria itu mengangkat panggilan tersebut. “Tuan, laporan minggu ini sudah kami kirim,” lapor salah seorang pria yang bertugas mengawasi Summer dari seberang telepon. “Aku sudah melihatnya.” Suara di seberang langsung terdiam. Sementara itu, tatapannya tetap terpaku pada wajah Summer yang sedang tersenyum. Perlahan, sudut bibirnya ikut terangkat, tetapi senyum itu sama sekali tidak mengandung kehangatan. “Awasi siapa pun yang berada di sekitarnya.” “B-Baik, Tuan.” “Kalau kalian gagal…” gumamnya pelan, seolah ancaman itu bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. “Kupastikan keluargamu yang menanggung akibatnya.” Tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya menjawab, ia langsung mengakhiri panggilan lalu kembali menatap foto di layar tabletnya. Keheningan kembali menguasai ruangan, hanya ditemani suara hujan yang masih turun di luar, sementara tawa rendah pe
Read more