Koridor itu sunyi setelah langkah para bangsawan menjauh. Cahaya dari jendela-jendela tinggi jatuh miring di lantai marmer, membentuk bayangan panjang yang bergerak pelan tertiup angin. Di tempat itu, Roseane berdiri menghadang jalan Calix, matanya tidak berpaling sedikit pun dari wajah pria di depannya.Tatapannya tajam, penuh tuntutan.“Jawab aku.”Suaranya tidak lagi berusaha ditahan. Kemarahan yang sejak tadi ia pendam kini terdengar jelas, bercampur dengan sesuatu yang lebih dalam sesuatu yang bahkan ia sendiri enggan mengakuinya.Calix tidak langsung menjawab.Ia hanya memandang Roseane beberapa saat, cukup lama hingga keheningan di antara mereka terasa menekan. Namun alih-alih menjawab, ia justru mengalihkan pandangannya ke sisi koridor, seolah percakapan itu sudah selesai baginya.“Tidak ada yang perlu aku jawab.”Nada suaranya datar. Tidak keras, tidak juga marah tapi terlalu tenang hingga terasa lebih menyakitkan.Ia berbalik sedikit, hendak melangkah melewati Roseane.“Seka
Read more