Keheningan menyelimuti mereka.Namun sebelum siapa pun sempat bergerak, suara Reis kembali terdengar lebih pelan, namun jauh lebih dingin.“Apapun yang terjadi.”Kalimat itu tidak diucapkan dengan keras. Tidak pula dengan tekanan berlebihan. Namun justru karena itulah, ia terasa mutlak seperti sesuatu yang tidak dapat ditawar.Reed langsung menundukkan kepala dalam. “Dimengerti, Yang Mulia.”Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik dan memberi isyarat. Dalam sekejap, para pengawal bergerak serempak, menyebar ke segala arah. Langkah mereka cepat dan teratur, memasuki gang-gang sempit, memeriksa bangunan satu per satu, menyisir setiap sudut yang mungkin menjadi celah.Tidak ada yang dibiarkan kosong.Tidak ada yang diabaikan.Pencarian itu meluas dengan cepat, menjangkau setiap kemungkinan yang ada. Pintu-pintu didorong terbuka, lorong-lorong diperiksa, bahkan atap dan ruang tersembunyi tidak luput dari perhatian.Namun waktu terus berjalan dan hasilnya tetap sama, bahkan tidak ada jejak
Read more