Saat kembali ke istana ratu, langkah Reis melambat begitu ia memasuki ruangan utama. Biasanya, Lorrene sudah berada di sana entah membaca, atau sekadar duduk dengan tenang seolah seluruh istana berada dalam kendalinya.Namun kali ini, ruangan itu kosong.Tidak ada jejak kehadirannya.Tatapan Reis beralih, hingga akhirnya berhenti pada sosok Ana yang berdiri di depan pintu ruang mandi. Pelayan itu menunduk dalam-dalam begitu menyadari kehadiran Kaisar, namun tidak mengatakan apa pun.Itu sudah cukup.Reis mengerti.Tanpa berkata apa-apa, ia melangkah mendekat dan membuka pintu itu. Ana, yang tahu persis apa yang mungkin akan terjadi setelah ini, memilih mundur dengan tenang, meninggalkan mereka tanpa suara.Di dalam, uap hangat memenuhi ruangan.Aroma lembut air dan bunga memenuhi udara, menciptakan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan dunia di luar sana.Lorrene berada di dalamnya.Matanya terpejam, kepalanya sedikit bersandar, seolah membiarkan dirinya tenggelam dalam ketenang
Read more