Jauh di utara, di tanah yang diselimuti salju tanpa henti, udara terasa menggigit hingga ke tulang. Angin berdesir di antara dinding batu yang dingin, membawa serta kesunyian yang berat kesunyian yang berbeda dari istana, namun tidak kalah menekan.Di dalam sebuah bangunan yang sederhana namun kokoh, suasana justru jauh lebih tegang.Pintu terbuka dengan kasar.Duke Kurtcher masuk lebih dulu, langkahnya mantap, sebelum ia mendorong seorang lelaki lusuh hingga jatuh berlutut di lantai batu yang dingin. Tubuh lelaki itu terhuyung, tangannya refleks menahan diri, napasnya tersengal akibat perlakuan kasar yang baru saja ia terima.Duke Fenrath, yang sejak tadi berdiri di dalam ruangan itu, mengalihkan pandangannya. Matanya menyipit saat melihat pemandangan di depannya.“Apa ini?” tanyanya singkat.Nada suaranya tidak tinggi, namun cukup untuk menunjukkan bahwa ia tidak suka membuang waktu.Duke Kurtcher tidak langsung menjawab. Ia berdiri di samping lelaki itu, menatapnya sejenak seolah m
Last Updated : 2026-04-25 Read more