Mendengar satu kata terkutuk itu, seluruh ketenangan yang sejak tadi dipertahankan Brian seketika runtuh. Sepasang mata elangnya berkilat merah, memancarkan aura membunuh yang begitu pekat hingga membuat atmosfer ruangan terasa mencekik.“Tidak!” bentak Brian, suaranya menggelegar layaknya guntur yang siap merobek langit. Ia memajukan tubuhnya, memberikan tekanan psikologis yang luar biasa pada wanita paruh baya di hadapannya. “Jangan pernah coba-coba menyentuh anakku, walau hanya seujung kuku. Siapa pun orangnya yang berani mengusik mereka, meskipun itu adalah Mama yang mengklaim diri sebagai orang yang paling berjasa dalam hidupku, aku tidak peduli! Aku akan menghancurkannya!”Paulina tertegun sejenak, namun sedetik kemudian ia justru tertawa hambar, sebuah tawa mengejek yang terdengar begitu meremehkan ikatan emosional anak angkatnya. “Oh, luar biasa. Kamu ternyata benar-benar jatuh cinta pada wanita semenjana itu, Brian?”“Yang pasti, aku telah menikahinya secara resmi di mata huk
Read more