Amaya mengangguk dengan senyum ramah yang merekah tulus di bibirnya yang mulai merona segar. “Iya, saya sangat nyaman di sini, Ma. Suasananya tenang. Silakan duduk, Mama,” ucap Amaya sembari mempersilakan sang ibu mertua untuk menempati sofa kain berdesain modern yang tampak empuk dan nyaman. Paulina mendudukkan dirinya dengan keangkuhan yang melunak, melipat satu kakinya di atas kaki yang lain dengan gerakan yang teramat anggun. Sesaat kemudian, seorang maid dengan seragam rapi melangkah mendekat, berdiri dengan kepala tertunduk penuh hormat di dekat sofa tempat mereka berada. “Bi, tolong buatkan Mama minum, ya,” pinta Amaya dengan nada bicara yang santun kepada pekerja senior di rumahnya tersebut. Sebelum sang maid berbalik untuk melangkah ke area dapur, Paulina tiba-tiba mengangkat satu tangan lentiknya, menahan gerakan wanita paruh baya itu. “Jangan lupa dengan menu kesukaanku, Bi. Kamu masih ingat apa yang biasa aku minum?” tanya Pau
Read more