Pagi itu, sinar matahari masuk melalui jendela besar ruang makan rumah Bu Diana, namun kehangatannya tidak mampu mencairkan suasana yang mendadak membeku. Dion turun dengan langkah perlahan, mengenakan kemeja yang sudah rapi, meski tubuhnya masih merasakan sisa kelelahan dari "servis" bergantian yang ia berikan pada Santi dan Bu Diana semalam.Di meja makan, Bu Diana sudah duduk di kursi utama, tampak segar dengan blus sutra berwarna salem yang potongan lehernya tetap saja rendah, memamerkan kulit putih porselennya yang masih menyisakan rona kepuasan dari sesi pukul sebelas malam tadi. Sementara itu, di sisi lain, Santi duduk sambil menyesap kopi hitamnya, matanya nampak sedikit sembab namun kilat nakalnya tidak hilang. Ia mengenakan baju rumah yang sangat santai, bahkan terlalu santai untuk ukuran sarapan bersama."Pagi, Yon. Nyenyak tidurnya? Apa malah keberatan 'tugas'?" sindir Santi langsung saat Dion baru saja menarik kursi.Dion berdeham, mencoba fokus pad
Last Updated : 2026-01-13 Read more