Dion memarkirkan mobilnya di halaman luas kediaman Menteng dengan perasaan yang bercampur aduk. Adrenalin dari sesi panas bersama Lisa di tempat karaoke masih tersisa di aliran darahnya, namun ia tahu ia sedang memasuki medan perang yang berbeda. Ia sempat melirik cermin spion, merapikan kerah kemejanya yang sedikit kusut, dan memastikan tidak ada bekas lipstik yang tertinggal. Namun, ada satu hal yang ia lupakan: indra penciuman wanita yang sedang cemburu jauh lebih tajam daripada detektif mana pun.Begitu ia melangkah masuk ke ruang tamu yang megah, lampu kristal sudah menyala terang. Santi berdiri di tengah ruangan, menyandarkan tubuhnya pada meja marmer dengan tangan bersedekap. Ia masih mengenakan gaun tidur sutra merahnya, namun wajahnya tidak menunjukkan gairah, melainkan kecurigaan yang amat sangat."Baru pulang, Yon? Jam segini? Katanya tadi mau cari angin sebentar setelah dari kantor polisi," sapa Santi, suaranya terdengar manis namun mengand
Last Updated : 2026-01-24 Read more