"Masih mikirin dia, Wa?" suara Dion rendah, memecah kesunyian kamar.Wawa tersentak. Ia segera mematikan ponsel dan berbalik dengan wajah pucat. "Dion? Kamu... kok sudah pulang? Katanya rapat sampai malam?"Dari pantulan cermin, Dion melihat mata istrinya berkaca-kaca, apalagi di foto itu nampak sekali ada foto seorang pria yang sangat Dion kenal. Dion merasa hampa, padahal selama tiga tahun menikah, tatapan kerinduan Wawa itu, tak pernah lagi diberikan untuknya selama setahun terakhir.Dion berjalan masuk, langkahnya terasa berat di atas karpet bulu. Ia meletakkan kotak hadiah itu di meja dengan bunyi klak yang tajam."Rapatnya bubar cepat," jawab Dion pendek. "Tapi sepertinya, aku pulang di waktu yang salah. Atau mungkin, selama ini aku memang tinggal di rumah yang salah?"Wawa berdiri, mencoba menyentuh lengan Dion. "Yon, kamu salah paham. Ini nggak kayak yang kamu pikir.""Salah paham gimana lagi?" potong Dion dingin.Wawa menunduk, suaranya bergetar. "Satria balik, Yon. Dia mendu
Last Updated : 2026-01-04 Read more