Dion berdiri mematung di lorong rumah sakit yang dingin, menggenggam ponselnya dengan buku jari yang memutih. Di belakangnya, Maya masih terisak meratapi kepergian Wawa yang baru saja mengembuskan napas terakhirnya demi memberikan kehidupan pada bayi mereka. Suara dingin Clarissa di telepon masih terngiang, sebuah ancaman yang mencampuradukkan bisnis, dendam, dan darah daging."Yon, kamu nggak mungkin beneran bawa bayi ini ke Surabaya, kan?" tanya Maya sembari menggendong bayi mungil itu yang terbungkus kain bedung biru. "Dia masih sangat lemah. Dia butuh perawatan, bukan jadi alat negosiasi kamu!"Dion berbalik, matanya yang merah karena kurang tidur dan duka nampak sangat mengerikan. "Kalau aku nggak bawa dia, Clarissa bakal kirim aku balik ke penjara besok pagi, May. Dan kalau aku dipenjara, Bu Diana bakal ambil anak ini. Kamu mau anak ini besar di tangan wanita yang sudah menghancurkan ibunya sendiri?""Tapi dia bisa mati di perjalanan, Dion!" seru Maya hist
Last Updated : 2026-01-30 Read more