Senin pagi datang dengan cara yang terlalu biasa. Langit cerah, lorong kampus kembali ramai, dan suara langkah kaki bercampur dengan obrolan ringan mahasiswa yang baru memulai minggu mereka. Namun bagi Maorielle, semuanya terasa sedikit berbeda.Maorielle datang ke kelas Khai lebih awal dari biasanya karena di kelas sebelumnya dosen memulangkan mahasiswa lebih awal. Begitu sampai, kelas masih setengah kosong ketika ia masuk. Beberapa mahasiswa sudah duduk di tempat masing-masing, sebagian lagi masih memilih kursi.Tanpa ragu, Maorielle melangkah ke arah pojok kelas. Dekat jendela. Ia duduk, meletakkan tas di samping, lalu langsung membuka buku catatannya. Seolah itu keputusan yang wajar. Seolah tidak ada alasan khusus. Padahal ada.Beberapa menit kemudian, Erina masuk. Langkahnya santai seperti biasa, tapi langsung berhenti begitu melihat Maorielle. Alisnya terangkat. Ia berjalan mendekat, lalu berdiri di samping meja Maorielle tanpa langsung duduk.&ldqu
Read More