Ia berjalan cepat menuju kantin, berniat menyeret Erina pergi dari sana secepat mungkin. Namun, begitu sampai di ambang kantin, pemandangan di depannya membuatnya ingin putar balik. Di salah satu meja, Erina tampak sedang tertawa lebar. Di hadapannya, Pak Angin serta Khai baru saja meletakkan nampan makanan mereka.Erina melambai dengan semangat begitu melihat Mao berdiri mematung di pintu masuk."Mao! Sini! Kebetulan banget ini ada Om Angin sama Pak Khai!" teriak Erina tanpa dosa.Khai, yang sedang mengaduk kopinya, perlahan mendongak. Matanya bertemu dengan mata Maorielle, dan ia mengangkat alisnya sedikit. Sebuah ekspresi yang seolah berkata, aku ada di sini juga lho. Maorielle tidak punya pilihan. Menarik Erina pergi sekarang hanya akan membuat suasana jadi aneh. Pria itu pasti akan menertawakannya dalam hati. Dengan langkah yang dipaksakan seanggun mungkin, Mao berjalan menghampiri meja pojok itu."Siang, Pak Angin. Siang, Pak Khai," sapa M
Última atualização : 2026-01-10 Ler mais