Suara teman-temannya, hiruk pikuk parkiran, bahkan angin yang lewat. Semua seperti menjauh sejenak.Maorielle mencium bunga itu untuk menandakan bahwa Maorielle menyukainya. Seorang dosen melakukan hal ini di kampus? Gerutu Maorielle meski hatinya senang.Siang itu lapangan kampus berubah jadi panggung terbuka. Musik tradisional bercampur modern mengalun dari pengeras suara, mengiringi para penari yang bergerak luwes di tengah lingkaran penonton.Mahasiswa duduk lesehan berkelompok, membentuk barisan-barisan santai di atas rumput.Maorielle duduk di salah satu barisan depan, bersila dengan tas di sampingnya. Matanya sesekali mengikuti gerakan penari, tapi pikirannya tidak sepenuhnya di sana.Di sebelahnya, Arvan sedang bercerita sesuatu. Entah tentang acara radio atau komentar ringan soal penampilan di depan.“Bagian itu tadi bagus banget, lighting-nya dapet,” ujar Arvan, santai.Maorielle mengangguk kecil. “Iya, lumayan.” Jawabannya pendek.Arvan melirik sekilas, seperti menyadari ad
Read more