Tepat pukul 19.00 Arvan menyesuaikan letak headset-nya. Dia menekan tombol fade out pada musik latar hingga menyisakan kesunyian yang dramatis sebelum ia mulai bicara. Ia menarik napas dalam lalu. Suara Arvan terdengar. Berbeda dengan siaran sore yang enerjik, suaranya malam ini terdengar lebih dalam, tenang, dan sangat intim."Selamat malam, pendengar setia Senandung Sore yang kini beranjak ke Senandung Malam. Saya Arvan," ucapnya dengan suara bariton yang sengaja dibuat lebih deep agar terdengar lebih dewasa."Hujan di luar masih malu-malu, tapi rindu di hati saya, eh, maksud saya di hati kalian, pastinya sudah meluap, kan?" Arvan mengedipkan mata ke arah kursi kosong di depannya, seolah-olah ada penonton di sana."Malam ini spesial, karena saya akan memutar lagu-lagu yang bisa jadi payung buat hati kalian yang sedang basah. Terutama buat anak Psikologi, nih. Katanya, mereka paling jago baca pikiran orang, tapi kira-kira bisa nggak ya baca isi hati penyiar yan
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-04 อ่านเพิ่มเติม