Membayangkan pemandangan itu, Ziana spontan tertawa kecil."Memang sahabat terbaikku, pengertian sekali. Kalau begitu, nanti saat turun, tolong sekalian buang sampah ini, ya," ujar Ziana.Tamara melirik kantong sampah itu dan mendapati sebuah bingkai foto di dalamnya. Dia mengernyit. "Dulu kamu sangat sayang benda itu, sekarang kamu membuangnya begitu saja?""Lalu harus bagaimana lagi? Kalau aku menyimpannya dan menghabiskan semalaman untuk memperbaikinya, kamu pasti ingin membedah kepalaku lagi, ‘kan?" canda Ziana."Lebih baik dibuang saja. Barang seperti ini, kalau nggak kelihatan, hati pun tenang. Masalahnya, foto kenangan itu sudah jatuh ke tangan Silvia. Bukannya itu berarti kamu sama sekali nggak punya bukti lagi di tanganmu?" Tamara menatap Ziana dengan cemas.Dulu, dia hanya menganggap Farel sebagai tuan muda dari keluarga terpandang yang angkuh. Namun, dia tidak bisa menampik bahwa pria itu memang memiliki modal untuk bersikap demikian. Tampan, latar belakang keluarga yang
Read more