Ziana menutup telepon. Di depannya, Jerry menatapnya dengan pandangan seolah menyayangkan keputusannya. "Tuan Farel?""Ya." Ziana tidak ingin orang lain tahu mereka pernah berpacaran, jadi dia menjawab asal, "Dia mencariku karena ada urusan pekerjaan."Jerry mengernyit, tampak ingin bicara tetapi akhirnya mengurungkan niatnya. Ziana berpamitan dan berjalan menuju pintu. Namun, teringat vila Farel yang berada di dekat sini, dia berhenti. Jika Farel tiba-tiba mencarinya, apakah pria itu sedang mengujinya? Jika ketahuan, sandiwara tadi akan sia-sia.Saat sedang berpikir, sebuah kantong kertas disodorkan ke hadapannya. Jerry menjelaskan, "Pakai baju ini, aku punya cara agar kamu bisa pergi.""Terima kasih." Ziana menerima kantong itu.Jerry berkata, "Ini perintah Tuan, dia nggak mau kamu terkena dampaknya.""Dia?" Ziana secara refleks menoleh ke lantai atas. Dia tidak berpikir panjang, malah memberikan jaminan dengan serius, "Pak Jerry, katakan pada Pak Vihan, mohon untuk tetap tena
Read more