Sejak Alina dipindahkan ke rumah Julian, Satria belum pernah sekali pun menemuinya.Wanita itu lebih banyak diam. Hanya keluar kamar saat istri Julian datang ke paviliun, mengetuk pelan, lalu mengajaknya makan. Itu pun tidak lama.Tidak sampai satu jam, Alina sudah kembali masuk, menutup dirinya lagi di dalam ruang yang terasa terlalu sempit untuk menyimpan semua yang ia rasakan.Keterangan dari Alina … hampir tidak ada.Setiap kali Arga mencoba mendekat, wanita itu hanya menggeleng. Tangannya gemetar, matanya basah. Berkali-kali ia meminta maaf tanpa arah yang jelas. Lalu menangis lagi.Seperti ada sesuatu yang ingin ia katakan,tapi selalu berhenti tepat sebelum keluar. Seolah-olah kata-kata itu terlalu berat untuk diucapkan,atau … terlalu berbahaya untuk dilepaskan.Yang jelas, Alina tidak lagi sekadar takut. Ia terlihat … menyesal.Dan penyesalan itu datang terlambat.Hal baru yang diketahui Arga, lalu langsung ia sampaikan pada Satria pagi itu, membuat suasana semakin buruk. Pon
Read More