Beberapa detik Puspa hanya memandang mereka berdua bergantian. Seolah masih mencoba memahami situasi yang tidak ia duga itu.Puspa terkejut tapi terlihat bisa menguasai dirinya. Ia menghela napas pendek, lalu membuka pintu lebih lebar.“Masuk, Kak, Mas ….”“Orang yang masuk ke kamar Prabu … lewat mana? Saya bisa langsung ke atas?” Suara Satria terdengar tidak sabar. Melihat Puspa yang agak bingung, ia memandang Sheza. “Zee, kamu di sini aja. Aku ke kamar Prabu,” katanya.“Iya. Aku di sini aja. Mas hati-hati,” kata Sheza. Setelah melihat ia mengangguk, Satria pergi meninggalkan ia dan Puspa di ruang tamu. Dan tak lama setelah kepergian Satria, Bu Ratna muncul dengan daster lengan panjang dan wajahnya yang sedikit sembab karena sempat terbangun di tengah malam.“Benar-benar sudah hamil lagi,” kata Bu Ratna, mendekati Sheza dan mengusap perutnya.“Iya, Bu. Kali ini rezekinya lebih cepat,” sahut Sheza. Tersenyum tipis sembari memperhatikan wajah Bu Ratna yang terlihat antara tegang dan pe
続きを読む