“Begini, Bu. Kami sebenarnya ingin mengatur pertemuan dengan Ibu terkait progres proyek. Sekaligus memperkenalkan arsitek yang akan melanjutkan pekerjaan—”“Saya lagi nggak bisa.” Nadanya langsung berubah ketus.Perempuan di seberang sempat diam. “Maaf, Bu?”“Kalau soal proyek itu, hubungi sekretaris saya saja.”“Tapi, Bu, kami ingin—”“Saya bilang, hubungi sekretaris saya. Dia yang akan mengatur waktu pertemuan. Nggak pernah ke saya langsung karena saya juga nggak tau kapan waktu saya kosong.” Nadine menekan pelipisnya. “Sekarang saya sedang ada urusan.”“Baik, Bu. Tapi kalau memungkinkan, kami berharap—”“Sekretaris saya akan mengatur jadwalnya,” ulang Nadine. Kali ini suaranya lebih tegas. “Terima kasih.” Ia langsung memutus panggilan dan meletakkan ponsel di pangkuan.“Proyek segala macam. Kenapa harus dilimpahkan ke aku lagi, sih,” gerutunya.Beberapa detik kemudian, Nadine menghela napas. Ia tahu perempuan tadi tidak salah apa-apa. Hanya saja hari ini bukan hari yang tepat untuk
Last Updated : 2026-08-11 Read more