Eryas membuka pintu rumah dengan langkah tenang namun penuh kewaspadaan. Begitu masuk, matanya langsung tertuju pada televisi yang menyala. Pandangannya seketika mengeras saat layar menampilkan adegan ciuman dari sebuah drama romantis. Tanpa berkata sepatah kata pun, ia berjalan cepat ke arah meja tengah dan meraih remote TV, lalu menekan tombol power dengan tegas.Layar gelap.Eira yang duduk bersila di depan televisi, sontak tersentak kaget. Tubuhnya sedikit mundur, matanya membulat. "Ka- kapan sampai?" tanyanya dengan suara bingung, tak menyadari kedatangan Eryas.Pria itu menatap Eira dengan ekspresi rumit-antara jengkel, heran, dan geli. Perlahan senyum tipis muncul di wajahnya. Dengan gerakan lembut namun penuh makna, ia menjulurkan tangannya dan mencubit pipi Eira gemas. "Sudah pandai bicara, ya sekarang?"Eira mengangguk pelan. "Se- sedikit," ucapnya canggung. Pipinya memerah bukan hanya karena cubitan tadi, tapi juga rasa malu.E
Last Updated : 2026-01-25 Read more