"Apa yang kau bicarakan, Nomor 190? Aku tidak mengerti!" ucap Darius, air matanya menetes, membasahi pipinya yang pucat. Bahunya bergetar hebat, seperti anak kecil yang baru saja kehilangan pegangan. Nomor 190 mencengkeram kerah bajunya dengan kasar. Urat-urat di tangan remajanya menegang, sementara tinjunya terkepal kuat di belakang kepala, siap menghantam. Tatapannya tajam, penuh amarah bercampur kebencian. "Kita buktikan apakah kau benar-benar anak Helios atau bukan." Suaranya datar, tetapi dingin menusuk, seakan menyalurkan niat mematikan ke udara. Darius memejamkan mata erat-erat, tubuhnya kaku. Ia bersiap menerima pukulan, detak jantungnya berpacu tak terkendali. Napasnya terputus-putus, seperti sedang menunggu eksekusi. Namun, sebelum tinju itu mendarat, sesosok kecil berdiri di hadapannya. Eryas. Tubuh mungilnya langsung menerima hantaman yang seharusnya untuk Darius. Bunyi pukulan itu nyaring, mengha
Last Updated : 2026-02-26 Read more