Matahari sudah condong ke barat, semburat jingga membelah langit senja seperti luka yang baru saja terbuka. Jalanan mulai lengang, bayangan bangunan memanjang seiring waktu yang perlahan menuju gelap. Langit memudar, bersiap menyerahkan tahta pada malam dan bulan yang segera naik takhta.Suara deru mobil memecah keheningan, membelah jalan dengan tenang. Eira menatap ke luar jendela pintu mobil, mata merahnya menyoroti langit yang berganti warna."Kita mau kemana?" tanyanya, nada suaranya pelan namun penuh rasa ingin tahu. Pandangannya masih terpaku pada panorama senja yang berganti kelam. "Rumahmu bukan ke arah sini."Eryas, yang duduk di balik kemudi, tidak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, fokus pada jalanan. "Kita memang tidak akan pulang dulu," ucapnya, suaranya datar.Eira menoleh cepat ke arah Eryas. "Jadi kita mau kemana?" tanyanya, kali ini lebih cepat, terdengar gugup namun juga penasaran."Ke kerabatmu, sesama vampir," jawab E
Last Updated : 2026-01-30 Read more