“Eira! Jangan berlari seperti itu! Nanti terjatuh!” seru Eryas, panik, berlari menyusul Eira yang melesat cepat dalam keadaan basah kuyup, hanya dibalut handuk kecil yang nyaris tak cukup menutupi tubuhnya. Dari atas balkon, Eryas menunduk, matanya menangkap tubuh mungil Eira yang melintas di lantai bawah. Tanpa pikir panjang, ia melompat menuruni pagar dengan gerakan cekatan, mendarat tepat di hadapan gadis itu. “Mau ke mana?” tanyanya tajam. Tanpa memberi kesempatan, Eryas langsung merengkuh Eira ke dalam pelukannya, menahan tubuhnya yang masih berusaha meronta dengan tenaga kecil yang nyaris tak berarti baginya. “Hmph!” Eira menggeliat, mencoba melepaskan diri. Tapi Eryas tak bergeming. Dengan satu gerakan tegas, ia mengangkat tubuh gadis itu seperti mengangkat karung beras. Langkah kakinya mantap saat membawa Eira kembali ke kamar. Tanpa banyak bicara, ia meletakkan tubuh Eira di atas ranjang dengan hati-hati. Eira kembali meronta, tapi Eryas segera menahan kedua tangannya, m
Last Updated : 2026-01-05 Read more