Selama beberapa tahun berikutnya, Eryas tidak pernah lengah sedikit pun. Matanya selalu awas mengawasi Kaelen, mencatat setiap perubahan kecil yang terjadi pada anak itu. Ia tahu benar, di balik senyum lembut Kaelen, ada sesuatu yang jauh lebih gelap dan berbahaya, sesuatu yang tidak pernah bisa ditebak kapan akan muncul. Dan benar saja, semakin bertambah usia Kaelen, semakin jelas pula bahwa kepribadian gandanya kian memburuk. Ada sisi psikopat yang perlahan tumbuh, mencekam, dan siap menguasai setiap celah dirinya. Hari itu, Eryas tengah menuliskan laporan ketika suara datar Kaelen terdengar, membuat bulu kuduknya berdiri. "Kak Eryas, bagaimana jika kau membuat sesuatu yang bisa membuatmu menjadi dokter yang hebat untuk Helios? Dan subjek uji coba kita adalah Gabriella?" Nada suaranya dingin, matanya berkilat aneh, jelas sekali bahwa sosok yang sedang bicara bukanlah Kaelen yang biasanya. Itu adalah sisi gelapnya—kepribadian lain yang penuh
Dernière mise à jour : 2026-03-11 Read More