"Hei, kau baik-baik saja? Wajahmu mendadak pucat," tanya Kael lembut, memecah keheningan begitu pintu apartemen tertutup rapat. Ia melangkah mendekat, menyimpan ponselnya ke dalam saku jas, lalu menatap lekat sepasang mata Sabrina yang tampak kosong.Sabrina tersentak, buru-buru menarik napas dalam demi menguasai gemuruh di dadanya. "Aku... aku tidak apa-apa, Kael. Hanya mendadak merasa sangat lelah."Ganda yang berdiri tidak jauh dari mereka, segera mendekat sembari menggendong Aliz yang sudah kembali memejamkan mata di ceruk lehernya. "Lebih baik kau segera istirahat, Sabi. Biar Aliz tidur denganku di kamar sebelah malam ini. Dan Kael, sepertinya kau juga harus pulang.""Terima kasih, Ganda," ucap Kael tulus. Setelah Ganda melangkah masuk ke dalam kamar, Kael beralih sepenuhnya pada Sabrina. Ia meraih kedua tangan gadis itu, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. "Jangan pikirkan u
Read more