Bukannya tersentuh atau tersipu romantis, seulas senyum sinis dan hambar justru perlahan terbit di bibir Sabrina. Gadis itu melepaskan cengkeraman tangan Kael di bahunya dengan hentakan kasar, lalu mundur dua langkah demi menciptakan jarak aman."Menikah?" Sabrina tertawa pendek, sebuah tawa yang terdengar menyedihkan di telinga Kael. "Hebat sekali ya. Jangan mengancamku.”“Kau salah paham.” Suara Kael merendah.“Hentikan omong kosong ini, Kael.”Kael tertegun, tangannya yang menggantung di udara perlahan mengepal. "Aku tidak sedang bersandiwara, Sabrina.""Kau panik karena aku meminta jarak, Kael! Kau hanya tidak mau kalah dalam argumen ini," cecar Sabrina dengan suara bergetar, namun matanya menatap lurus menantang sepasang manik abu-abu di depannya. "Pernikahan itu tidak gampang.”“Aku tidak bilang gampang,” sela Kael cepat. Matanya masih menatap lekat-lekat ketakutan yang terpancar di wajah sang kekasih. “Semua bisa dibicarakan. Apa yang kau takuti? Bicarakan padaku.”
더 보기