Triiing … triiing. Ponsel Rendy bergetar tanda panggilan masuk.“Ada apa, Di?” Rendy tampak mendengarkan dengan seksama.“Ada apa, Ren?” tanya Araska, setelah memperhatikan keseriusan di wajah Asitennya.“Kita harus segera menemui Pak Aldi, Pak.”---Di salah satu meja bundar, Ibu Sarah duduk dengan wajah pucat. Di sampingnya, Laras sedang menggenggam erat tangan ibu mertuanya, mencoba memberikan ketenangan. Di hadapan mereka, Araska, Alya, Aldi, Rendy, dan Bianca mendengarkan penjelasan dengan saksama."Jadi, Bude sudah menyetor lima puluh juta rupiah? Tunai?" tanya Rendy, memastikan.Ibu Sarah mengangguk lemah, matanya berkaca-kaca. Ia melirik Alya sekilas, tatapan yang biasanya dingin, kini berganti dengan rasa malu yang mendalam."Iya, Rendy ... Katanya itu program 'Arisan Emas Mulia Khusus Lansia Sejahtera'. Kantornya ada di lantai dua ruko ujung pasar seni ini. Tadi Bude ke sana mau ambil bonus logam mulia pertama yang dijanjikan, tapi stafnya bilang sistemnya sedang error dan B
Read more