1 Minggu kemudian ….Matahari mulai tergelincir ke ufuk barat, menyisakan semburat jingga yang menenangkan di langit Jakarta Selatan. Sebuah mobil jemputan kantor berhenti di depan lobi, dan tak lama kemudian, asisten rumah tangga mengabarkan kedatangan tamu."Bayu sudah sampai, Mas," ujar Alya pelan saat melihat sosok pria muda dengan ransel di bahunya melangkah masuk ke ruang tamu.Bayu tampak jauh lebih segar dibandingkan saat mereka bertemu di kampung halaman beberapa waktu lalu. Rambutnya tercukur rapi, dan meski ada gurat kelelahan setelah perjalanan jauh, matanya memancarkan semangat baru. Begitu ia melihat Alya berdiri di samping Araska, langkah Bayu melambat. Ada penyesalan yang terlihat nyata di wajahnya."Selamat sore, Mas Araska … Mbak Alya," sapa Bayu dengan suara rendah."Sore, Bayu. Letakkan dulu tasmu. Duduklah, kita nyantai-nyantai dulu, sambil ngobrol," Araska menyambutnya dengan ramah.Bayu duduk di kursi kayu jati yang empuk, tangannya tampak gelisah meremas ujung
Read more