แชร์

Bab 9

ผู้เขียน: Ivy
Ketika Viki kembali ke kamar, Ivana sudah selesai berkemas.

Pria itu melirik ke luar jendela melihat Axel diseret pergi dan bertanya pada adiknya, "Sakit hati?"

Ivana menutup kopernya, nadanya tenang seolah sedang membicarakan cuaca. "Sakit hati? Hal semacam itu sudah lama hilang di meja operasi. Aku hanya merasa jijik. Aku nggak ingin diganggu oleh anjing gila itu lagi."

Viki mengangguk puas. "Bagus. Silia terlalu kacau sekarang. Axel yang gila itu pasti akan datang mengganggumu lagi ketika dia bangun. Pergilah ke Suiss. Danau dan pegunungan di sana bagus untuk penyembuhan."

"Aku sudah mengaturnya. Gio akan menjemputmu di Zunik."

Gio?

Sebuah nama muncul di benak Ivana. Gio, taipan keuangan termuda di Eroka dan mitra penting dalam operasi pencucian uang Keluarga Rendra. Terlahir dari keluarga dengan kekayaan turun temurun, dia adalah seorang pria sejati.

Lebih dari sepuluh jam kemudian, pesawat mendarat di Bandara Zunik.

Saat dia keluar dari terowongan, seorang pria berjas panjang berw
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila   Bab 11

    Axel terbaring di ruang ICU rumah sakit selama seminggu.Mimpinya dipenuhi oleh masa lalu, pertemuan pertamanya dengan Ivana, janji Ivana di hari pernikahan mereka dan tatapan putus asa di matanya saat wanita itu terbaring di meja operasi.Ketika dia terbangun, ruangan itu kosong.Tidak ada bunga, tidak ada buah dan tentu saja tidak ada sosok yang begitu dikenalnya. Hanya pengawal yang membawanya ke rumah sakit yang meninggalkan tagihan biaya lalu pergi.Setelah keluar dari rumah sakit, dia tidak berani muncul di hadapan Ivana lagi.Seperti tikus di selokan, Axel menyewa sebuah apartemen tua di seberang kediaman Gio. Satu-satunya kebahagiaan hariannya adalah mengintip kehidupan Ivana lewat sebuah teleskop.Dia melihat Ivana menanam tulip di taman. Cahaya matahari menyinari wajahnya, senyumnya begitu cerah, senyum yang tak pernah Axel lihat selama tiga tahun Ivana bersamanya.Gio berdiri di sisinya, menyerahkan sekop dan menyeka keringatnya. Gambaran kehidupan yang damai itu menusuk mat

  • Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila   Bab 10

    Ivana menggandeng lengan Gio dan berjalan melewati gerbang manor tanpa menoleh sedikit pun.Dalam sudut pandang matanya, sosok hitam yang berdiri di tengah hujan deras itu kaku seperti patung. Axel ada di sana, tapi dia bahkan tak pantas mendapat satu lirikan dari Ivana.Kembali ke vila, pemanas ruangan mengusir dingin dari tubuhnya."Aku buatkan sesuatu untuk dimakan," kata Gio sambil melepas mantel, menggulung lengan bajunya, lalu berjalan ke dapur terbuka.Ivana duduk di meja bar, memperhatikan pria itu memotong sayuran dan memanggang steak dengan cekatan. Cahaya kuning hangat menyinari tubuhnya, menciptakan suasana rumah yang sudah lama tak dia rasakan.Dulu, Ivana pernah membayangkan momen seperti ini bersama Axel.Namun, yang dia dapatkan hanyalah gudang senjata yang dingin, penantian tanpa akhir dan punggung yang selalu berbau darah."Sedang memikirkan apa?" tanya Gio sambil menyerahkan segelas anggur merah, sorot matanya lembut.Ivana menerima gelas itu dan menatap keluar jende

  • Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila   Bab 9

    Ketika Viki kembali ke kamar, Ivana sudah selesai berkemas.Pria itu melirik ke luar jendela melihat Axel diseret pergi dan bertanya pada adiknya, "Sakit hati?"Ivana menutup kopernya, nadanya tenang seolah sedang membicarakan cuaca. "Sakit hati? Hal semacam itu sudah lama hilang di meja operasi. Aku hanya merasa jijik. Aku nggak ingin diganggu oleh anjing gila itu lagi."Viki mengangguk puas. "Bagus. Silia terlalu kacau sekarang. Axel yang gila itu pasti akan datang mengganggumu lagi ketika dia bangun. Pergilah ke Suiss. Danau dan pegunungan di sana bagus untuk penyembuhan.""Aku sudah mengaturnya. Gio akan menjemputmu di Zunik."Gio?Sebuah nama muncul di benak Ivana. Gio, taipan keuangan termuda di Eroka dan mitra penting dalam operasi pencucian uang Keluarga Rendra. Terlahir dari keluarga dengan kekayaan turun temurun, dia adalah seorang pria sejati.Lebih dari sepuluh jam kemudian, pesawat mendarat di Bandara Zunik.Saat dia keluar dari terowongan, seorang pria berjas panjang berw

  • Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila   Bab 8

    Deklarasi perang Keluarga Rendra bagaikan bom nuklir, menghancurkan separuh pengaruh Keluarga Arnand dalam semalam.Ini hanyalah permulaan dari balas dendam Keluarga Rendra.Malam itu, sebuah sedan mewah anti peluru yang mengibarkan bendera putih berhenti di gerbang kastil Rendra.Ibu Axel, sang nyonya yang dulunya arogan, masuk sendirian.Da tampak sepuluh tahun lebih tua, aura superioritasnya telah hilang sepenuhnya.Ivana menemuinya di ruang tamu."Ivana ... bukan, Nona Ivana." Dia menatap Ivana, sorot matanya kompleks, menyimpan sedikit rasa takut. "Aku di sini bukan untuk memohon belas kasihan. Aku tahu putraku yang nggak tahu berterima kasih itu telah melakukan dosa yang tak terampuni."Dia mengambil setumpuk dokumen tebal dari tasnya dan mendorongnya ke arah Ivana."Ini adalah surat-surat kepemilikan sepertiga wilayah keluarga kami di Silia dan hak kendali atas dua rute pelayaran kami yang paling menguntungkan di Meditiria.""Ini kompensasi. Aku hanya meminta agar Keluarga Rendr

  • Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila   Bab 7

    Ella jatuh tersungkur ke lantai, terhuyung mundur. "Ketua, biar kujelaskan ... aku dipaksa ... mereka mengancamku ...."Ibunya masuk dengan wajah dingin dan membanting setumpuk dokumen dan foto yang tebal ke wajah Ella.Foto-foto itu berserakan di mana-mana, bukti pertemuannya dengan keluarga rival, menjual informasi intelijen dan laporan forensik dari penembakan enam bulan lalu, yang jelas menunjukkan bahwa semuanya direkayasa dengan aktor dan properti."Bisa dijelaskan?" Axel menginjak tangan Ella saat wanita itu mencoba meraih foto-foto yang berserakan, tangan yang sama yang Ella gunakan untuk bermain piano demi merayunya.Axel menekan lebih keras kakinya yang menginjak tangan Ella sampai terdengar suara tulang patah. Pria itu seolah tidak memiliki emosi."Ah! Tanganku! Ketua, kumohon ... aku salah ...." Ella menjerit melengking, dia berguling-guling kesakitan di lantai.Axel berjongkok dan mencengkeram dagunya. Dia memaksa Ella untuk menatap matanya yang merah."Kamu pakai tangan i

  • Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila   Bab 6

    Sudut Pandang Orang Ketiga.Ella sudah cukup pulih, tetapi kegelisahan di hati Axel tak kunjung reda.Wanita itu masih memohon agar Axel tetap berada di sisinya, namun kesabarannya akhirnya habis.Dia berbalik dan melangkah menuju kamar rawat Ivana.Entah mengapa, rasa tidak nyaman tumbuh di dalam dirinya seperti gulma.Saat melewati ruang dokter yang merawat Ella, pintunya sedikit terbuka. Suara-suara yang terdengar dari dalam membuatnya membeku di tempatnya."Suntikkan saja aku sedikit lagi senyawa ini. Ciptakan ilusi seolah kondisiku kritis, jadi Ketua akan benar-benar kehilangan akal sehatnya. Darah si jalang Ivana akan habis cepat atau lambat ...." Itu suara Ella, penuh dengan kebencian yang tidak dia kenal."Tapi Nona Ella, jika kita ketahuan ....""Kamu takut apa? Kalau terjadi sesuatu, aku yang menanggung akibatnya. Selama si jalang Ivana mati, aku akan menjadi satu-satunya nyonya. Kamu akan mendapatkan bagianmu." Darah Axel seolah membeku di pembuluh darahnya.Dia menendang pi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status