Chyara terdiam sesaat setelah mendengar ucapan Reynard. Matanya membesar, jelas terkejut dengan kata-kata pria itu, apa maksudnya? Ia segera mengangkat kedua tangannya dan mencoba mendorong tubuh Reynard. Namun, pria itu tidak bergeming sedikit pun, seolah tubuhnya seperti tembok yang tak bisa digeser. Tatapannya tetap tajam, terkunci pada Chyara tanpa memberi ruang bagi gadis itu untuk menghindarinya. Chyara menghela napas pelan, mencoba menenangkan dirinya. Ia menatap Reynard dengan kening berkerut, masih tidak memahami sikapnya. “Ada apa denganmu?” tanyanya pelan. “Dan kenapa kau mengatakan aku melupakanmu?” Tatapannya lurus, tidak menghindar sedikit pun. Rahang Reynard mengeras, sorot matanya berubah semakin dalam, seolah menyimpan sesuatu yang tak terucapkan. “Kau memiliki darah murni,” ucapnya dingin. “Itu berarti ... kau hanya milikku.” Ucapan itu membuat tubuh Chyara menegang. Ingatannya seperti ditarik kembali pada kejadian sebelumnya ketika punggungnya tertusuk, tetapi
Read more