"Kau sangat menginginkan ini, bukan?" kata Darian. Suaranya terdengar tenang, tetapi tatapannya begitu tajam. Mata merahnya terus memperhatikan wajah Chyara, seolah berusaha membaca setiap perubahan ekspresi yang muncul di sana. Ia berharap menemukan keraguan, keterkejutan, atau setidaknya kesedihan.Namun, yang ia lihat justru sebaliknya. Mata Chyara membesar karena terkejut, lalu perlahan wajahnya terlihat jauh lebih cerah. Bahkan sudut bibirnya tanpa sadar terangkat membentuk senyum tipis.Pemandangan itu membuat jemari Darian perlahan mengepal. Ada rasa kesal yang tiba-tiba muncul di dalam dadanya. Setelah semua yang terjadi hari ini, gadis itu justru terlihat bahagia menerima surat tersebut.Chyara mengangkat pandangannya. Tatapannya kembali tertuju kepada Darian, sementara gulungan itu masih berada di tangannya."Yang Mulia benar-benar bersedia membatalkan pertunangan kita, kan?" tanyanya, nada suaranya masih dipenuhi ketidakpercayaan.Chyara masih saja belum yakin bahwa semua
Last Updated : 2026-06-21 Read more