Pria itu mengangkat tangannya dengan gerakan ringan, seakan ingin menenangkan Chyara agar gadis itu tidak panik dan menjaga jarak dengannya. Chyara mengangkat sebelah alisnya, masih menunggu pria itu menjelaskan maksud kedatangannya agar lebih dipahami. “Tenang, tenang saja, Lady,” ujarnya dengan nada santai, meski sorot matanya tetap tajam mengamati Chyara dari balik topengnya. “Ini adalah pertama kalinya kita bertemu, saya hanya ingin menyapa dan mungkin mendiskusikan sesuatu yang cukup menarik denganmu, Lady Rose.” Chyara membalas dengan senyum tipis, senyum yang tidak benar-benar mencapai matanya. Ia sudah memahami arah pembicaraan ini bahkan sebelum pria itu selesai berbicara. Dalam dugaannya, alasan pria itu datang menemuinya begitu jelas, ia tidak mungkin membiarkan tambang itu jatuh ke tangan orang lain tanpa berusaha mencoba merebut sebagian keuntungan. “Apa yang ingin Anda sampaikan, Tuan?” tanya Chyara tanpa basa-basi, suaranya halus tetapi langsung menekan inti pe
Last Updated : 2026-04-12 Read more