Chyara melirik ke sekeliling, kini seluruh tatapan benar-benar tertuju pada mereka, tidak ada satu pun yang terlewatkan. Ia tahu, jika ia menolak, itu sama saja dengan mempermalukan Darian di hadapan seluruh bangsawan.Dan itu bukan pilihan yang bisa ia ambil sesuka hati. Bukan di posisi ini, bukan pula di momen seperti ini.Dengan perlahan, Chyara mengangkat tangannya, gerakannya anggun, terukur, tanpa menunjukkan keraguan yang sebenarnya masih tersisa di dalam dirinya. Jemarinya bergerak mendekati tangan Darian.Saat tangan mereka bertemu, suasana terasa semakin hening. Sentuhan itu ringan, namun membawa makna yang jauh lebih dalam dari sekadar ajakan tarian, sebuah pengakuan yang dilihat oleh seluruh aula.Darian tersenyum tipis, ia bangkit dari posisinya dengan gerakan halus, tetap mempertahankan genggaman tangan Chyara. Tanpa berkata apa pun, ia menuntun gadis itu menuju tengah aula.Langkah mereka selaras, seolah sejak awal sudah ditakdirkan untuk berjalan berdampingan seperti i
อ่านเพิ่มเติม