Waktu seolah berlari di Mansion Vanderwick. Tangisan melengking bayi yang dulu sering memecah kesunyian malam, kini telah berganti dengan suara langkah-langkah kecil yang beradu di atas lantai marmer yang dingin. Satu tahun telah berlalu, dan suasana mansion kini jauh lebih hidup, atau lebih tepatnya yaitu jauh lebih kacau bagi seorang Alistair Vanderwick. Pagi itu, di ruang tengah yang luas, Alistair tampak sedang berlutut di atas karpet bulu. Jas mahalnya sudah ia tanggalkan, menyisakan kemeja putih yang lengannya digulung acak-acakan. "Ayo, Arlo... sedikit lagi. Daddy di sini, Jagoan. Satu langkah lagi," ucap Alistair dengan nada membujuk yang sangat lembut, yang mana hal itu berbanding terbalik dengan suaranya saat memecat karyawan di kantor. Arlo yang kini sudah berusia satu tahun berdiri dengan kaki yang masih sedikit gemetar. Tangannya terentang ke depan guna berusaha meraih ujung jari Alistair. Wajahnya sangat mirip dengan Alistair, lengkap dengan tatapan mata yang tajam nam
Read more