"Halo, Van?" Bagas berdiri di balik pagar besi pembatas balkon. Angin malam langsung menerpa tubuhnya. Saat mendongak, mata Bagas disuguhi oleh ribuan bintang di langit yang gelap pekat. "Kamu udah tidur, ya?" Suara Vanila selalu terdengar lembut di telinga Bagas. "Belum, Van." Selanjutnya dia mendengar helaan berat di ujung sana. "kenapa, Van?" "Gak pa-pa." Vanila terdiam sesaat, kemudian berkata lagi, "aku gak bisa tidur, Gas." Mendengar itu ketegangan menerpa punggung Bagas seketika. "Lo udah minum obat?" tanyanya, karena dia tahu jika Vanila memiliki riwayat penyakit asma. "Belum." "Kenapa lo belum minum?" Nada pertanyaan Bagas sedikit menuntut serta khawatir. "elo gak boleh telat minum obat, Van." "Iya nanti aku minum." "Gue ke sana, ya?" Kekhawatiran Bagas membuatnya merasa tidak tenang, apabila membiarkan Vanila sendirian di rumah."Gak usah. Udah malem banget." "Kayak gak biasa aja, Van," ucap Bagas. "daripada gue di sini kepikiran lo terus." Dia hendak kembali m
Last Updated : 2026-04-04 Read more