'Mampus, lo!' Bagas mengumpat dalam hati. 'Maudy udah beli kondom segala lagi.' Kejutan dari Maudy sungguh di luar prediksi. Bagas sampai tidak bisa berkata-kata, dan hanya menatap nyalang bungkus pengaman merk ternama yang masih tersegel di tangan Maudy. "Lingga?" Maudy menyentuh pundak Bagas, yang belum memberi tanggapan soal pengaman yang ditunjukkannya. Bagas tersentak, dan langsung mengulas senyum tipis. "Kenapa, Tan?" Maudy meletakkan pengaman di atas nakas, lalu berkata, "Kamu yang kenapa, Lingga? Tante liat mukamu pucet gitu." Diusapnya lembut rahang Bagas. Bibir Bagas tersenyum kaku, "Masa, sih, Tan?" tanyanya, sambil tetap bersikap sewajarnya, walau kini otaknya sedang berpikir keras. "Hu'um." Maudy mengangguk, lalu mencium pipi Bagas, dan bergelayut manja di lengan pemuda itu. "tante pengen kita lanjutin yang tadi pagi, Lingga. Sebelum tante ke luar kota." Bagas mengusap-usap pipi Maudy, dan berkata, "Ya udah. Ayo." Kali ini Bagas mungkin memang tidak bis
Last Updated : 2026-03-31 Read more