Saking sibuknya Jingga, dia baru bisa menepati janjinya dengan Kayla dua minggu setelah sahabatnya itu dilamar oleh om-om agresif bernama Bhargava. Selama itu pula, Kayla terus kucing-kucingan dengan Bhargava. Pria itu berkali-kali mencoba meminta penjelasan, terlebih setelah cincin berliannya dikembalikan lewat Sagara. Siang ini, akhirnya Jingga mengatur jadwal pertemuan antara Kayla dan Damar. Dia baru saja selesai meeting di luar, sekalian makan siang. Alasannya kepada Damar—dia sedang bosan dengan menu makan siang yang dikirim ART dari rumah. Padahal, sebenarnya dia sedang menunggu kedatangan sahabatnya. “Oh iya, Damar,” ujar Jingga santai sambil menyeruput minumannya. “Nggak apa-apa kan kalau sahabatku ikut gabung? Kebetulan dia lagi ada di sekitar sini.” “Nggak apa-apa, Mbak. Santai saja,” jawab Damar sopan. Selain wajahnya yang mirip dengan sang kakak, Azzam, sifat Damar pun tak jauh berbeda—tenang, sopan, dan tahu batas. Bahkan, demi menjaga kenyamanan selama bekerja, d
Read more