“Apa sih, Kak! Nggak mau ngalah banget sama cewek. Dari tadi bawaannya ngajak gelut terus,” omel Kayla saat tidak kebagian menggendong salah satu anak Jingga.Sementara yang jadi tersangka justru bersikap cuek. Seolah apa yang dilakukannya itu sangat wajar.“Kamu belum bisa gendong bayi. Jadi nggak usah, daripada jatuh,” ujar Bhargava.“Eh, kok meremehkan gitu?!” Kayla tak terima. Tangannya langsung berkacak pinggang. “Gini-gini aku sering dititipin ponakan, loh, ya!”“Masak?”Nada datar itu justru membuat emosi Kayla semakin naik. Namun, dia tak bisa menjambak atau mencubit pria itu karena Bhargava sedang menggendong si adik.“Udah, gantian kan bisa,” sela Sagara yang mulai pusing mendengar keributan dua tamunya sore ini. “Lagian ada dua, masa masih kurang sih?”Tangan Kayla langsung menunjuk Bhargava. “Dia tuh, Kak! Serakah banget! Dari tadi gendong terus, nggak mau gantian.”Bhargava hanya mengedikkan bahu, tetap menimang si adek yang sudah terlelap di pelukannya. Sementara si kaka
Read more