Jingga sedang duduk di teras rumahnya, dengan sebuah karpet terbentang di lantai. Di atasnya, para ART duduk melingkar, sibuk menyiapkan rujak—mengupas buah, mengiris, hingga mengulek sambal.Sore ini, bumil sedang ngidam rujak buah. Dengan berbekal sebotol minyak kayu putih, dia pun menjadi ‘pengawas’ dadakan.“Yang mangga jangan terlalu matang, ya, Bi. Aku mau yang asem-asem segar,” ucapnya.“Iya, Non,” sahut salah satu ART sambil terus mengulek.Di halaman depan, satpam masih sibuk memetik mangga dari pohon. Sesekali Jingga melirik ke arah sana.“Pak, yang kecil-kecil aja! Yang gede biasanya kemanisan!” teriaknya.“Siap, Non,” balas satpam dari atas pohon.Jingga kembali bersandar di kursinya, menghirup minyak kayu putih, lalu tersenyum puas melihat semua orang bergerak mengikuti keinginannya.“Tolong cepat, ya. Ya ampun, aku sudah nggak sabar pengen nyicip,” gumamnya sambil terkikik.Para ART saling pandang sambil menahan senyum. Pasalnya, ngidam sang Nona kali ini benar-benar mem
Read more