Pintu kamar terbuka. Jingga yang sedang bersandar di atas kasur langsung menoleh. Matanya membesar saat melihat banyak paper bag di kedua tangan suaminya.“Mas, bawa apa? Kok banyak banget?”“Oleh-oleh, Sayang.”“Tiba-tiba banget bawa oleh-oleh. Mana banyak banget. Apa sih isinya? Sini, aku mau buka!”Dia turun dari ranjang, duduk di atas karpet, lalu mulai membongkar satu per satu isi paper bag itu.“Ini apa ya,” gumamnya, masih penuh semangat.Detik berikutnya, ekspresinya berubah. “—Mas.”“Iya?”Jingga mengangkat benda di tangannya dengan dua jari. “Eh, lingerie.”Tas kedua dibuka.“Wah, bikini,” ujarnya takjub sambil menenteng benda itu.Beralih ke tas ketiga.Wajahnya mulai menegang. Akhirnya dia menoleh, menatap lurus. “Mas Saga.”“Iya, Sayang?”“Masak isinya cuma lingeri sama bikini.”“Bagus, kan?”“Bagus apanya?!” Jingga berdiri, menunjukkan salah satu pakaian itu. “Ini bahkan bukan baju, ini cuma tali!”Dia kembali mengobrak-abrik paper bag lainnya. “Ini apa lagi?!” Sebuah bi
Read more