Bhargava masih memandangi pesan terakhir yang dikirim Kayla. Entah apa maksud gadis itu mengirim emoticon kartun yang sedang melempar cium jauh.Padahal sebelumnya mereka hanya membahas data yang dibutuhkan Kayla—dan hasilnya ternyata sudah sesuai dengan keinginan Sagara.“Mas—” Pak Rayyan yang duduk di samping putranya mengernyit heran. Biasanya kalau sedang bersama, pasti ada saja yang mereka bahas. “Kok ngelamun?”Bukannya menjawab, Bhargava malah terlihat salah tingkah. Bahkan wajahnya mulai memerah.“AC-nya kurang dingin?” tanya Pak Rayyan heran.“Udah dingin banget malah, Pa.”“Terus kamu demam?”Pak Rayyan langsung menempelkan telapak tangannya ke kening putranya.Mendapat reaksi seperti itu, Bhargava buru-buru menggeser tubuh sedikit menjauh. “Aku sehat kok, Pa.”“Iya, nggak demam,” gumam Pak Rayyan sambil menyipitkan mata curiga. “Tapi aneh ya, wajah kamu bisa merah begitu.”Bhargava buru-buru mematikan layar ponselnya. Sayangnya, semakin dia mencoba terlihat normal, semakin
Read more