Sofia melangkah menuju ke ruang tengah, dimana Evans sedang menunggunya. Bibir Sofia tersenyum melihat lelaki tampan itu duduk di sofa ruang tengah sembari mengecek emailnya. "Tuan Evans, kau memanggilku?" tanya Sofia. Evans menoleh, kemudian berdiri dari duduknya sembari memasukan ponselnya ke dalam saku celana. Sofia tersenyum, mengira Evans langsung berdiri karena sudah sangat merindukannya. Maka Sofia segera menghambur memeluk Evans dan meraba dadanya yang bidang. Sambil berbisik dengan suaranya yang lembut. "Apa aku perlu membuka seluruh pakaianku di sini, Tuan? Aku pun sangat merindukanmu," tanya Sofia. Namun, senyum di wajah Sofia langsung hilang setelah mendengar apa yang dikatakan Evans selanjutnya. "Lepaskan tanganmu! Aku sudah sering mengatakan padamu untuk tidak menyentuhku tanpa izin dariku!" nada bicara
Mehr lesen