Namun saat kesadarannya mulai kembali, Ranira segera mendorong dada Evans hingga lelaki itu menjauhkan bibirnya. Dengan cepat Ranira menarik napasnya dalam-dalam. Anehnya, Ranira malah merasa seperti ada sesuatu yang hilang saat Evans menghentikan ciumannya. "Jangan sampai aku menghukummu lagi karena kau mendiamkanku," bisik Evans di depan wajah Ranira yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Ranira meneguk kasar ludahnya. Matanya saling mengikat pandangan dengan bola mata Evans yang berkilat. Setelah mengatakan itu, Evans pun kembali menegakan tubuhnya dan mulai siap melajukan helikopter itu untuk meninggalkan pulai miliknya. *** Akhirnya, helikopter itu pun mendarat di sebuah landasan yang luas di dekat mansion. Saat turun bersama Evans dari helikopter, mata Ranira menatap sekeliling mansion yang tampak luas dan megah.
Read more