Keesokan paginya."Kay, mau bareng gak?" tanya Calista.Kay menimbang. "Aku mau bawa motor hari ini.""Oh, oke." Calista mengulas senyum. "Kalau perlu apa-apa kabari aja nanti."Alis Kay berkerut, terdengar sedikit aneh baginya. "Oh, oke.""Kay," panggil Calista, lagi."Apa?""Gak ada apa-apa. Cuma mau bilang hati-hati di jalan."Dari kejauhan Angga melihat keduanya mengobrol dan sedikit penasaran. Langkah Angga cepat mendekati mereka.Kay menangkap pergerakan Angga. "Pa, aku berangkat dulu!" ucap Kay sambil menyambar tas.Angga yang baru saja akan bergabung kemudian berkata. "Sopir yang akan antar kamu sampai depan gerbang sekolah. Jangan jalan sendiri."Kay mendengus pelan. "Pa, aku bisa sendiri.""Di antar, lebih aman juga.""Gak hari ini Pa.""Kay, tolong. Papa cuma khawatir, kamu ingat, kamu pernah masuk ke rumah sakit gara-gara jatuh dari motor. Ujian sebentar lagi. Kamu gak boleh kenapa-kenapa."Ingatan Kay berputar pada kejadian waktu itu. Calista di samping Kay menyadari sesu
Dernière mise à jour : 2026-03-05 Read More