Restoran milik Chef Wiyoko ada di area yang sama. Lokasinya tidak terlalu jauh dan itulah kenapa Aryan ingin jalan kaki saja ke sana.“Kamu kenapa nggak bilang, sih, kalau ini restorannya omku? Kaget banget tiba-tiba ketemu, terus dia sok akrab ngajakin aku ngobrol. Canggung parah, Yan. Kamu sengaja, ya, bikin aku menghadapi situasi nggak enak ini?”Aryan mendengar sambatan Freya sembari menyusuri jalan pedestrian. Dia sudah menduga Freya bakal protes begini, jadi cuma senyum-senyum saat akhirnya benar-benar kena omel.“Ini sekarang kamu di mana? Nggak mungkin, kan, kamu telepon aku di depan dia?”Aryan tentu bertanya dengan nada santai. Namun, sikap tenangnya itu rupanya malah membuat Freya semakin jengkel.“Nggak usah bercanda dulu, Yan. Ini aku baru marah sama kamu,” balas Freya ketus.Tawa Aryan pecah. Terbayang olehnya ekspresi jengkel Freya yang baginya tampak menggemaskan itu.“Ini bisa angkat telepon aku, berarti urusanmu di sana udah beres, kan? Jadi, kapan kamu sampai sini?
Read more