“Aku nggak usah dijemput, Yan! Males banget kalau ketahuan anak kantor. Lagi pada heboh gara-gara video senyam-senyum sok manismu itu.”Reno memperdengarkan pesan suara dari Freya. Biarpun dikirim padanya, pesan tersebut jelas ditujukan untuk Aryan.“Oh, dia malu?” Aryan santai merespons. “Ya, udah. Mobilnya nggak usah dibawa masuk. Tunggu di pinggir jalan aja kayak sebelumnya.”“Soal itu …” Reno rupanya sudah memiliki jawabannya.Suara Freya pun kembali terdengar. Perempuan itu mencerocos, mengomeli Aryan agar tidak bersikeras menyuruh Reno menjemputnya.“Sama aja, Yan. Mobilmu itu mencolok banget, terlalu mewah, jadi mau nunggu di mana pun, nggak ada bedanya. Mending kalau malam, ada area yang minim pencahayaan. Sore-sore di mana coba yang sekiranya nggak kelihatan? Nggak ada, Yan!”Aryan merengut. Bukan karena Freya tidak mau dijemput, melainkan senyuman Reno yang terkesan meledeknya. Ekspresi Reno semakin tampak mengesalkan ketika pesan berikutnya diperdengarkan.“Nggak usah marah
Read more