“Menurutku, nggak ada yang lebih enak dari kue brownies bikinanmu.”Freya bisa menangkap reaksi samar Juan saat mendengar perkataannya. Biarpun hanya sedetik, Freya sadar Juan sempat membeku sejenak ketika menyuapinya dengan sepotong brownies.“Oh, nggak, Sayang. Ada yang lebih enak dari ini.”Freya pura-pura berpikir keras sambil mengunyah kue yang terasa lumer di mulutnya itu.“Oh, iya. Matcha!”Freya tersenyum lebar, senang melihat reaksi Juan yang kali ini lebih kentara. Kening pacarnya itu tampak mengerut kecil. Tubuh Juan pun refleks sedikit menjauh darinya.“Matcha?” Juan membeo dengan tatapan waswas.Freya segera membalasnya dengan anggukan antusias. “Ingat, nggak? Bulan lalu kamu bikin matcha soft cookies. Jujur itu rasanya aku suka banget. Buatin lagi, dong, Sayang.”Juan diam-diam menghela lega, tetapi jangan kira Freya tidak menyadarinya.“Boleh banget, Sayang. Besok atau lusa aku bikinin khusus buat kamu,” kata Juan sembari lanjut menyuapi Freya dengan brownies potong dad
Read more