"Kamu wangi sekali, Sayang... Aku mau lagi," bisik Keenan serak, hidungnya mulai menjelajahi ceruk leher Aruna yang sensitif. "Ehem! Tolong ya, ingat ada orang jomblo dan orang mabuk di sini!" seru Nando yang suaranya sudah mulai cadel. "Zaskia, ayo kita masuk. Kepalaku sudah mau meledak." Zaskia berdiri dengan sempoyongan. "I-iya... Aku mau tidur. Kamarku... Di mana kamarku?" "Ayo, aku antar ke paviliun," Nando merangkul Zaskia, membantunya berjalan menuju arah belakang villa. Keenan melihat kesempatan itu. Ia segera mengangkat Aruna ke dalam gendongannya. Aruna tidak memprotes, ia justru melingkarkan tangannya di leher Keenan dan menyembunyikan wajahnya di dada pria itu. "Bawa aku ke kamar, Keenan... Aku mengantuk," rintih Aruna. "Mengantuk atau mau aku 'makan' lagi, Aruna?" balas Keenan dengan seringai agresif. Begitu sampai di dalam villa utama, Keenan tidak langsung
Read more