"Tidak ada kata pelan untuk hukumanmu kali ini, Aruna," geram Keenan. Ia menunduk, melumat salah satu ujung choco chips Aruna dengan kasar, menghisapnya seolah ingin memberikan tanda kepemilikan yang permanen di sana. “Aahhh.. Keenan! Jangan di gigit!” Tubuh Aruna bergetar, merasa seluruh tenaganya terhisap habis. Ia mencengkeram bahu jas Keenan, kukunya seakan menusuk jas saat Keenan mulai mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya di atas meja kerja yang penuh dengan berkas-berkas penting. Berkas-berkas itu berhamburan ke lantai, namun tak satupun dari mereka yang menghiraukannya. Keenan menarik rok kerja Aruna ke atas, lalu dengan satu tarikan kasar, ia melepaskan satu-satunya penghalang yang tersisa, segitiga pengaman milik Aruna hingga renda merah itu sobek di tangannya. "Lihat aku, Aruna!" perintah Keenan serak. Ia membuka ritsleting celananya, membebaskan naganya yang sudah berdenyut hebat sejak ia melihat Ryan menyentuh bahu Aruna
Last Updated : 2026-02-11 Read more