Sebuah tangan mungil mendarat di pipi Keenan, ia menoleh saya itu Kenzo justru menepuk-nepuk pipinya beberapa kali. Plak.. Plak.. Plak.. “Papapapa.. Manamana..” Keenan menghela nafas panjang, “Ada apa Kenzo, kenapa kamu memukul Daddy, hmm.. Daddy kan cuma mau kiss mommy..” “Mamamama..” Kini Kenzo menoleh kearah Aruna, tangannya terangkat ingin menggapai Mommynya. “Dia pasti lapar Keenan, kamu lanjutkan pekerjaanmu, aku mau menyusui dia dulu.. Kita kembali ke ruangan mu dulu, ayo!” Aruna menggendong Kenzo, sementara Keenan mendorong stroller sambil menghela nafas panjang. “Hhh.. Harus berebut kamu lagi, bahkan sebentar lagi muncul pesaing yang baru.. Adik Kenzo, apa dia juga gak akan membiarkan aku mencuri waktu denganmu?” Keenan menggerutu disamping Aruna, istrinya itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. “Sepertinya, penguasa Arkan
Read more